Akhirnya melepaskan juga, melagakan rasanya. Walau ada sakit , tapi setidaknya dia yang menyianyiakan aku. Rasanya kebas, gak ada tangis hanya ucap syukur semua berakhir.
Dan yah walau cara berakhirnya 'tragis' tapi ya begitulah, aku ikhlas.
Sakit hati ? Tentu. Membenci dia ? Hahaha, aku tidak sejahat itu. Bagaimanapun dia yang pernah ada di hari-hariku. Menyalakan kembang api dan petasan petasan di hati yang membuat hari hariku sebut saja , mengesankan.
Sekarang biarlah seperti ini, toh dari awal memang seharusnya begini. Hanya saja aku yang terlalu bodoh percaya bisa merubahnya. Dari awal juga aku sudah tahu bahwa bukan hanya ada aku, bukan hanya aku yang menemani harinya, tapi aku tetap bertahan. Hingga Allah membuka jalan dan aku dengan lapang merelakan.
Jadi tumggu lah di waktu yang tepat. Entah siapa yang akan menyesal seperti ini. Alam akan membalas semuanya, tidak perlu sekarang. Nanti di waktu yang tepat, semua akan terbalas dengan sepadan.
Kamis, 23 Oktober 2014
Minggu, 22 Juni 2014
nomu nomu saranghaeo
yang aku tau mereka selalu ada, yang aku tau mereka tak pernah pergi.
biar dunia bicara apa tentang kami, kami saling melengkapi
bukankah kita bergaul dengan orang yang membuat kita nyaman ?
membuat kita di hargai tanpa pernah merasa ditinggalkan.
membuat kita menjadi diri sendiri tanpa bersusah payah minta di sukai.
bagi ku mereka istiimewa.
terimakasih wanita wanita tercantik ku.
untuk selalu ada dan menemani.
with love.
baso.sumatera barat
Senin, 16 Juni 2014
kota kuali (titik),
kota ini sederhana. 30 hari berada disana menciptakan banyak suka.
kota ini tua dan bersejerah. begitu pula dengan 'sejarah;' yang terjadi antara kita.
memang semuanya terasa begitu nyata saat berada disana.
yang aku ingat, disana kami menciptakan banyak kenangan. membuat waktu terasa begitu kejam karena terlalu cepat berlalu dan sedetik kemudian kami sadar limit waktu kami 30 hari untuk menikmati hal senyata itu.
30 hari disana, yang aku ingat hanya bahagia menyapa. mulai dari membuka mata hingga aku tidur. walau dengan semua kesibukan nya, dia selalu menyempatkan waktu untuk sekedar bertemu. kemudian bercerita bodoh, sepanjang malam ngolor-ngidul, ketawa cekikikan , saling hina and doing stupidly random things.
dan 30 hari disana 20 tahun ku dilewatkan . memang tidak ada pesta seperti biasa yang dilakukan mama-abah di rumah, atau tardisi kejam di kampus, tapi 20 tahunku , ku lewatkan dengan yahhh sebut saja kebahagian yang sempurna. saat itu aku rasa Allah sudah memberikan segalanya , lewat keluarga, sahabat dan dia. i'm not ask Allah anythings, i just want say thank you for everythings.
andai saja bahagia tidak mempunyai kadaluarsa.
kota kuali ini pasti akan menjadi tempat yang paling aku rindu. aku akan sangat teramat merindukan kenangan didalamnya. saat semuanya nyata dan memang ada. semoga, tidak hanya aku yang merindukan kenangan itu
baso. sumatera barat.
Minggu, 15 Juni 2014
cinta diam-diam ( ku )
Make you feel my love - adele , Look what you've done - JET , Fix you - coldplay , Love somebody - Maroon5, aku suka -abdul and the coffee theory.
mendengar lagu mereka membuat ingatanku kembali terlempar kepada kamu. Raga yang selalu ada tapi tak dapat ku sentuh dan ku cintai bayangnya dalam satu masa. Lagu lagu yang menciptakan kenangan , menyimpan rasa dan membuat harap kamu mengerti lagu itu mewakili perasaan aku kepada kamu. Ya, mungkin kamu pernah mendengar music says what words can't say.
semuanya serba malu-malu. kadang aku ragu , apa memang kamu turut memperhatikan aku , atau haya aku ? Entah bagaimana bisa, mata ini selalu mencari kamu, mengekori gerak gerik mu, dan kembang kempis panas dingin saat mata kita bertemu. dan malam-malam ku yang kamu ciptakan menjadi lebih indah dengan pesan pesan singkat mu yang muncul di layar handphoneku. walau tidak pernah lebih dari ucapan good night and sleep tight dengan emoction peluk di belakangya selalu membuatku jatuh terlelap dengan senyum mengembang.
dan bisa memotretmu tanpa seorang pun curiga aku menyukaimu, karena selalu dan selalu mengambil gambar mu adalah bagain terbaik menjadi bagian ma----- ab-- pra--. ya, aku suka wajah serius mu saat menggebuk tenor, gayamu saat memutar tongkat apalah itu namanya dan saat kamu memetik gitar di ulang tahun angkatan pertama kita, saat itu kamera ku menemukan sosokmu. And i found you
semuanya aku lakukan diam-diam. tanpa bercerita , tanpa perlu merasa orang lain tahu, dan membiarkan yang ada tetap seperti itu. dan kemudian, aku sadar. orang yang mencintai diam-diam hanya bisa merelakan. orang yang mencintai diam-diam hanya bisa menanti dalam sabar, merindu dalam tegar dan mendoakan dalam diam. bagaimanapun, aku tidak ada niatan untuk mengusik hidupmu. karena jauh dari semua itu kita berbeda.
dan sekarang mungkin lebih baik begini, tidak menyentuh mu sama sekali. bukan karena aku tak berani, hanya saja semua perlu dan butuh waktu. untuk kita menjalaninya dengan benar. entah ini akan menjadi tulisan terakhir tentang kamu atau tidak, entah sekarang kamu membenci ku karena pilihanku mengecewakanmu atau tidak, aku memilih diam.
ya, kita hanya perlu waktu untuk tahu apakah ini benar cinta yang semakin membesar walau dalam diam atau akan semakin memudar .
.
baso. sumatera barat.
Kamis, 05 Juni 2014
Sumatera Barat, aku ( akan ) rindu.
30 Maret 2012.
Masih segar diingatan ku saat itu, malam hari namaku di panggil pengasuh untuk bertolak ke Sumatera Barat. Angin malam Jatinangor mengantarkanku, dengan dia sang sabuk putih dengan setia menemaniku, menenanganku, mengucap semuanya akan baik - baik saja. Ya, Aku percaya semua pasti akan baik - baik saja. Jarak kembali menguji kita.
31 Maret 2012.
Untuk kedua kalinya aku menginjak tanah sumatera, kali ini tidak untuk liburan atau menengok Mas. Kali ini aku akan menjadi bagian dari pulau ini. Menemukan keluarga baru ku. Sambutan 'ala IPDN yang aku pikir akan membuatku tersiksa dan merindukan nangor, hmm ternyata tidak. Disini, kami saling melengkapi. Kakak - Adek yang mereka tanamkan memang terasa. Cerita ku kembali di mulai disini.
Masa muda praja yang 6 bulan kami lewati di sini dengan 99 orang Muda Praja membuat kami menjadi keluarga kecil yang bahagia. Jauh dari kontingen membuat kami merasa memang ini NUSANTARA. Kemudian aku menuliskan Yuri Sokoningrum , Yuni Eka Suarni , Winalda sebagai saudara kontingen. Tidak, mereka bukan saudara kontingen, mereka saudara satu rasa sama asa. Kami saling menguatkan dengan cara kami sendiri. Dan dia, sabuk putih ku masih di sana , katanya aku harus melakukan terbaik di regional. Sebisaku membanggakan keluarga dan tentu saja, dia.
Muda praja berlalu dengan cepat setelah kami di yudisium di kampus setelah pulang cuti pertama. Madya praja, balok kosong sekarang terisi dengan bintang satu. Madya praja macan nya kampus ? itu tidak berlaku untuk regional seperti kami disini kami tetap mejadi junior terendah. Dan mereka hadir, 52 saudara - saudara baru ku. Dan nama - nama baru kembali muncul Nana, Diah, Riny, kembali kami saling menguatkan satu sama lain. Dan begitu juga nama kamu, yang kemudian hadir dan ada. Madya praja adalah waktu kami belajar menerima semuanya, meneguk semua doktrin yang diberikan, memilah yang mana baik atau buruk untuk diikuti, kadang kesal . benci, caci, maki, bergabung jadi satu. Betapa bosannya menjadi madya praja karena masih diurusi dengan mereka, ya sebut saja senior.
kemudian XXII melakukan perubahan. Memang bukan hal yang membanggakan, tapi ini mengesankan, Karena kenekatan kami untuk kompak satu angkatan, melawan dunia. Akhir madya praja aku lalui bersama cinta diam-diam , karena ternyata cobaan jarak membuat aku lelah untuk bertahan dan menemukan dengan kamu, aku ingat. Pertamakali nya aku menengok kamu yang sakit, ngorbol, bercerita tentang semua dan malam itu nama kamu muncul di deretan chat BBM ku. :) dan praktek lapangan 2 yang penuh cerita .
Perjalanan yang tidak terduga ke Sumatera Utara dan berhasil menjadi kelompok terbaik hanya karena seharian semalaman mengerjakan pelaksanaan PATEN di Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. Dan setelah itu saat yang aku tunggu pun datang, menjadi Nindya Praja. Senior tertinggi. Oh my ! So here we are.
Sayangnya, awal nindya praja aku lalui dengan perpisahan. Ya, dua kesayangan ku, sahabatku, yuni dan yuri terpilih melanjutkan ke IIP , bukan. bukan hanya dia tapi keluarga - keluarga ku yang lain dari ujung aceh hingga papua, kami kembali dipisahkan. Padahal semuanya masih terasa indah, semuanya masih ingin kami lewati bersama, merangkai kisah bersama , aku masih ingat aku dan yuni menghabiskan tiap sore bersama, sekedar duduk bersama di lapangan basket atau jalan jalan keliling kampus. Karena aku tau aku akan merindukan yuni dan yang lain. Dan kemudian XXII ipdn kampus sumatera barat lumpuh.
Sekejap mereka pergi membuat kehidupanku berubah. Sepenuhnya berubah, keinginanku menjadi nindya yang santai kayak di pantai tak terwujud. Aku malah di limpahkan jabatan dan tanggung jawab yang aku rasa di luar pikiranku, maksudku ya aku enggak pernah membayangkannya. Awal nindya ku malah di sibukkan dengan rapat - rapat , kumpul ini itu dan sebagainya. Kemudian dia kembali menyemangati ku, aku ingat dia pernah bertanya,
' saya malu berlari di depan kamu dan kamu menunggu di depan pintu '. Ya kamu selalu telat untuk makan pagi dan aku selalu menjadi orang yang tersenyum melihat kamu berlari seperti itu. Dan saat itu aku rasa hidupku sempurna . untuk sesaat itu. Aku mempunyai mereka, ya aku panggil sahabat.
Langganan:
Postingan (Atom)

