Akhirnya melepaskan juga, melagakan rasanya. Walau ada sakit , tapi setidaknya dia yang menyianyiakan aku. Rasanya kebas, gak ada tangis hanya ucap syukur semua berakhir.
Dan yah walau cara berakhirnya 'tragis' tapi ya begitulah, aku ikhlas.
Sakit hati ? Tentu. Membenci dia ? Hahaha, aku tidak sejahat itu. Bagaimanapun dia yang pernah ada di hari-hariku. Menyalakan kembang api dan petasan petasan di hati yang membuat hari hariku sebut saja , mengesankan.
Sekarang biarlah seperti ini, toh dari awal memang seharusnya begini. Hanya saja aku yang terlalu bodoh percaya bisa merubahnya. Dari awal juga aku sudah tahu bahwa bukan hanya ada aku, bukan hanya aku yang menemani harinya, tapi aku tetap bertahan. Hingga Allah membuka jalan dan aku dengan lapang merelakan.
Jadi tumggu lah di waktu yang tepat. Entah siapa yang akan menyesal seperti ini. Alam akan membalas semuanya, tidak perlu sekarang. Nanti di waktu yang tepat, semua akan terbalas dengan sepadan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar