Masih segar diingatan ku saat itu, malam hari namaku di panggil pengasuh untuk bertolak ke Sumatera Barat. Angin malam Jatinangor mengantarkanku, dengan dia sang sabuk putih dengan setia menemaniku, menenanganku, mengucap semuanya akan baik - baik saja. Ya, Aku percaya semua pasti akan baik - baik saja. Jarak kembali menguji kita.
31 Maret 2012.
Untuk kedua kalinya aku menginjak tanah sumatera, kali ini tidak untuk liburan atau menengok Mas. Kali ini aku akan menjadi bagian dari pulau ini. Menemukan keluarga baru ku. Sambutan 'ala IPDN yang aku pikir akan membuatku tersiksa dan merindukan nangor, hmm ternyata tidak. Disini, kami saling melengkapi. Kakak - Adek yang mereka tanamkan memang terasa. Cerita ku kembali di mulai disini.
Masa muda praja yang 6 bulan kami lewati di sini dengan 99 orang Muda Praja membuat kami menjadi keluarga kecil yang bahagia. Jauh dari kontingen membuat kami merasa memang ini NUSANTARA. Kemudian aku menuliskan Yuri Sokoningrum , Yuni Eka Suarni , Winalda sebagai saudara kontingen. Tidak, mereka bukan saudara kontingen, mereka saudara satu rasa sama asa. Kami saling menguatkan dengan cara kami sendiri. Dan dia, sabuk putih ku masih di sana , katanya aku harus melakukan terbaik di regional. Sebisaku membanggakan keluarga dan tentu saja, dia.
Muda praja berlalu dengan cepat setelah kami di yudisium di kampus setelah pulang cuti pertama. Madya praja, balok kosong sekarang terisi dengan bintang satu. Madya praja macan nya kampus ? itu tidak berlaku untuk regional seperti kami disini kami tetap mejadi junior terendah. Dan mereka hadir, 52 saudara - saudara baru ku. Dan nama - nama baru kembali muncul Nana, Diah, Riny, kembali kami saling menguatkan satu sama lain. Dan begitu juga nama kamu, yang kemudian hadir dan ada. Madya praja adalah waktu kami belajar menerima semuanya, meneguk semua doktrin yang diberikan, memilah yang mana baik atau buruk untuk diikuti, kadang kesal . benci, caci, maki, bergabung jadi satu. Betapa bosannya menjadi madya praja karena masih diurusi dengan mereka, ya sebut saja senior.
kemudian XXII melakukan perubahan. Memang bukan hal yang membanggakan, tapi ini mengesankan, Karena kenekatan kami untuk kompak satu angkatan, melawan dunia. Akhir madya praja aku lalui bersama cinta diam-diam , karena ternyata cobaan jarak membuat aku lelah untuk bertahan dan menemukan dengan kamu, aku ingat. Pertamakali nya aku menengok kamu yang sakit, ngorbol, bercerita tentang semua dan malam itu nama kamu muncul di deretan chat BBM ku. :) dan praktek lapangan 2 yang penuh cerita .
Perjalanan yang tidak terduga ke Sumatera Utara dan berhasil menjadi kelompok terbaik hanya karena seharian semalaman mengerjakan pelaksanaan PATEN di Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. Dan setelah itu saat yang aku tunggu pun datang, menjadi Nindya Praja. Senior tertinggi. Oh my ! So here we are.
Sayangnya, awal nindya praja aku lalui dengan perpisahan. Ya, dua kesayangan ku, sahabatku, yuni dan yuri terpilih melanjutkan ke IIP , bukan. bukan hanya dia tapi keluarga - keluarga ku yang lain dari ujung aceh hingga papua, kami kembali dipisahkan. Padahal semuanya masih terasa indah, semuanya masih ingin kami lewati bersama, merangkai kisah bersama , aku masih ingat aku dan yuni menghabiskan tiap sore bersama, sekedar duduk bersama di lapangan basket atau jalan jalan keliling kampus. Karena aku tau aku akan merindukan yuni dan yang lain. Dan kemudian XXII ipdn kampus sumatera barat lumpuh.
Sekejap mereka pergi membuat kehidupanku berubah. Sepenuhnya berubah, keinginanku menjadi nindya yang santai kayak di pantai tak terwujud. Aku malah di limpahkan jabatan dan tanggung jawab yang aku rasa di luar pikiranku, maksudku ya aku enggak pernah membayangkannya. Awal nindya ku malah di sibukkan dengan rapat - rapat , kumpul ini itu dan sebagainya. Kemudian dia kembali menyemangati ku, aku ingat dia pernah bertanya,
' saya malu berlari di depan kamu dan kamu menunggu di depan pintu '. Ya kamu selalu telat untuk makan pagi dan aku selalu menjadi orang yang tersenyum melihat kamu berlari seperti itu. Dan saat itu aku rasa hidupku sempurna . untuk sesaat itu. Aku mempunyai mereka, ya aku panggil sahabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar