Kamis, 16 Mei 2024

Aku Kapan Ya Allah ?

Sudah lama tidak menulis, aku tidak tau harus memulai darimana dan bagaimana. Padahal, aku yakin tak ada satupun yang membaca tulisan ini. Rasanya sudah lama sekali aku kehilangan arah seperti ini, setelah masa remajaku habis, aku menikah dan menikmati kehidupanku seperti biasa. Tapi kali ini, aku hancur.

Rasanya patah hatiku dulu tidak sebanding dengan ini. Ya, penantianku akan buah hati. Tidak pernah aku pikir aku akan menjadi pejuang garis dua, walau dulu aku menikmati kehidupan berdua dengan suami, entah kenapa lima tahun terakhir aku merasa sepi.

Aku telah melakukan semuanya, mulai dari program hamil mandiri, minum jamu, urut, Inseminasi (IUI)  dan Bayi Tabung (IVF), tapi tidak ada satupun yang berhasil. Seolah semua perjuangan dan kerja kerasku bercanda. Semuanya sia-sia. Tidak ada yang berhasil, aku menangis meraung saat mendengar bayi tabungku gagal, aku menyalahkan diriku sendiri. Aku ini kurang apa ?

Aku mempertanyakan semuanya kepada Allah, padahal aku selalu melakukan perintah Nya, aku menjaga sholatku, aku berpuasa  kenapa aku tidak diberikan keturunan? Saat itu aku marah kepada Allah, aku rasa Allah tidak adil. Kenapa harus aku yang aku rasa sangat siap menjadi Ibu tapi malah disuruh menunggu? Sedangkan di luar sana ada berapa banyak bayi yang dibuang oleh Ibu kandungnya sendiri? Kenapa Allah se tega sama aku ? Kenapa Allah yakin aku kuat menghadapi ini sedangkan saat ini aku pun terseok-seok menata hatiku sendiri.

Kemudian, aku mendengar Ayat Allah yang menyadarkanku 

" Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu" (Ad-Dhuha : 3)

Betapa Malunya aku kepada Allah, disaat segala Nikmat yang Dia berikan aku meragukannya. Padahal, Allah memberikanku keluarga yang sangat peduli, Allah mengirimkan suami dan keluarga suami yang sangat baik, teman-teman yang perhatian dan Allah tidak pernah membiarkanku hidup pada kemiskinan. 

Jadi ya sudahlah, kembali lagi kepada bahwa jodoh, rejeki, dan anak adalah Hak Allah. So, whatever will be, will be. InshaAllah, it will be worth it. Aku tidak ada hak untuk mengatur Allah, tapi aku selalu percaya akan kekuatan Do'a. Bahwa, Do'a akan merubah Takdir. Bagaimana takdirku kelak, aku hanya ingin Allah menguatkanku. Aku sadar, tidak semua do'a terjawab di dunia, jadi ya Allah kuatkanlah, sabarkanlah. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar