Jumat, 10 Juni 2011

Long Distance Relation-shit ?

Selamat malam ~
Mari kita menggalau sebentar.

Tau LDR ? itu loh, long distance relationship. Hubungan jarak jauh. Hubungan ama hape. Pacaran cuma lewat handphone, or whatever you called it. Aku engga galau gara2 LDR, cuman mau share sedikit tentang LDR itu gimana rasanya. ( bilang aja curhat la .. )

Aku pernah beberapa kali LDR, awalnya cuma beda sekolah ( LDR juga kan? sekolah aku ama dia jauh ), kemudian lanjut beda kota, kemudian beda provinsi, dan terakhir beda pulau. Menjalani hubungan LDR itu susah-susah-susah-ngga gampang (?)
Yah, intinya LDR itu enggak-menyenangkan.

Hubungan kita terbatas dengan ruang lingkup begitu-begitu saja.
Ucapan selamat pagi yang mesra dipagi hari dengan emote peluk, kemudian kata-kata manja , lanjut ke cerita sehari-hari , udah makan, lagi apa? , blabalablabla, dan terakhir ucapan selamat malam yang membuat kita bisa tersenyum bangga :) Ya, disana ada seseorang yang benar-benar mencintai dan memperhatikanmu.

Berterimakasih lah kepada tekonlogi yang menciptakan cinta seolah tanpa jarak. Walau beda pulau kita selalu bisa memantauya, memastikannya sudah makan atau belum, atau sekedar bertanya dia lagi apa. Semuanya memang dipermudah dengan teknologi yang canggih, ada facebook, twitter, MSN, YM, tumblr, BBM dan banyak lagi. Tapi, selalu ada yang kurang.

Saat LDR kita selalu memupuk kepercayaan, bagaimana meyakinkan hati ini agar engga berpikir dia macam-macam. Berpikir dia engga bakalan jalan ama cowok, berbohong apalagi selingkuh. Ya, Selingkuh. LDR identik dengan perselingkuhan. Kenapa begitu? ask me, i know it. Pengalaman hidup mengajarkan segalanya , bung.

Tapi, yang lebih buruk dari semua itu ialah semuanya harus dilakukan sendiri. Jalan sendiri, nonton bareng teman, belajar sendiri, engga ada yang nyedian bahunya buat kita bersandar, engga ada tangan yang bakal menggandeng dan menghapus air mata kita, engga ada senyuman mesra atau kecupan lembut sebelum berpisah. dan yang pasti bakal envy se-envynya kalau teman pacaran di hadapan kita *krik *krik

oke, lupakan semua suggesti buruk saya tentang LDR. Sebenarnya bagaimana LDR itu berhasil sendiri tergantung bagaimana kamu mengatasi diri kamu sendiri.
Dalam tulisan ini engga ada muslihat buruk buat kalian putus dari hubungan LDR.

Sometimes LDR works guys, dalam setiap hubungan selalu ada dampak baik dan buruk. Dampak baik nya kita bisa bebas jalan ama yang lain dan bisa belajar hidup mandiri tanpa pasangan di samping kita . I know it suck, but trust me guys, engga selamanya kalian haru selalu jalan berdua kemana-mana. Relathionship need a space, sometime :)
Dan jarang berantem atau makin sering ya? Hmm , semua itu tergantung ama kita kali ya.

Kalau hidup dengan beban ketidak-percayaan terhadap pasangan disitulah jalan terdekat menuju akhir. Kita memang tidak bisa 100% percaya terhadap omongan dia kalau LDR, tapi kita juga engga bisa percaya begitu aja ama omongan orang lain. Sesuatu itu butuh bukti dan bukti bisa mengalahkan sekedar saksi .

Pengertian itu kudu, perlu dan wajib. Coba deh pikir kalau satu sama lain engga saling ngerti. Yang satu pengen ini dan yang satu pengennya begitu. Satunya suka begini satunya suka begitu. Kenali pasangan masing-masing guys, sebisa mungkin kita tempatkan kondisi kita seperti dia. Engga asik kan kalau LDR kerjaan berantem mulu? Udah LDR tiap hari berantem aja paittt paitttt .

Semua orang engga bisa hidup sendiri aja. Pasangan kamu pasti punya teman kan? Kenali temannya , bukan pacarin ya -.- . Seorang teman dari pasangan bisa memberi kita info kalau pacar lagi sibuk atau sakit. Kalau kalian LDR di luar kota dan si dia sakit, nah di saat itulah gunannya seorang teman . Help each other :)

Bagi waktu antara teman dan pasangan. Karena LDR boleh dong have fun ama teman2. amsa have fun ama hape melulu. Misalnya aja kalau siang main ama teman , kalau malam telponan. lagian, kalau telponan malam itu berasa lebih romantis. Lebih ngena dan kalian bisa bicara heart to heart. Kalau kalian beda waktu 12 jam ama pasangan bikin komitmen masalah waktu. Hubungan itu butuh pengorbanan, bung !

Mungkin kalian akan jenuh atau bosan dengan hubungan semacam ini, tapi bila itu cinta sejati itu akan menguatkan dan menyatukan kalian :) percayalah pada diri anda sendiri kalau anda bisa melawati ini semua.

Selamat menikmati LDR :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar